Wednesday, March 22, 2017

Perilaku Konsumtif Otomotif Indonesia

Jakarta, yang pertama kali terlintas di kepala kita saat disebutkan kata tersebut, pasti hal-hal berikut ini : Gedung Pencakar Langit, Macet, Panas, Banyak Orang, Ibu Kota Negara. Layaknya ibu kota negara-negara besar lainnya, Jakarta layaknya sebuah magnet atau lampu cahaya yang mampu menarik berbagai macam besi dan laron untuk mendekatinya.



Begitu banyak potensi terbuka dari mulai gaya hidup, hingga menciptakan berbagai macam peluang pekerjaan. Namun pada artikel kali ini, saya ingin mengutarakan opini terkait macet dijakarta. Dengan jumlah penduduk jakarta yang tiap tahun meningkat, membuat jakarta mengalami pembludakan konsumen transportasi. Entah dari transportasi massal hingga kendaraan pribadi.
Mari kita jujur, berapa jumlah kendaraan yang dimiliki oleh sebagian orang-orang? Saya pribadi memiliki dua jenis kendaraan, Satu buah Sedan MPV dan satu buah motor matik.


Saya akui hal ini yang mengakibatkan pembludakan jumlah kendaraan beroda yang lalu lalang di ibu kota. Semuanya merujuk pada satu hal, perilaku konsumtif kita yang tidak akan pernah puas terhadap sesuatu. Atau setidaknya kebutuhan untuk mengakomodasi setiap kegiatan yang kita lakukan.
 

Beberapa memilih memiliki kendaraan lebih dari satu dikarenakan gaya hidup, beberapa diantara lainnya memilih memiliki kendaraan lebih dari satu karena salah satunya akan digunakan untuk mencari rejeki. Bisa berupa Taksi Online, atau Ojek online yang penghasilannya menjanjikan, atau menciptakan tempat usaha semacam food truck yang mampu dibawa kemanapun kita suka tanpa harus pusing dengan pajak restoran yang melambung tinggi.

Perilaku konsumtif ini yang mengakibatkan kita untuk mengalahkan keadaan. Lalu, apakah ini sebuah kesalahan?

No comments:

Post a Comment

My Google+ Circle

Have To See & Subscribe